Tampilkan postingan dengan label Vietnam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vietnam. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2012

I'm Cruisin' On A Train


The Way We Were by Dave Koz Featuring Vanessa Williams

Maaf jika aku bersikap seperti pengecut

Pergi begitu saja tanpa mengatakan apa-apa

Tanpa penjelasan apapun

Ada banyak hal yang harus aku cari jawabannya sendiri

Terutama tentang segala kekuranganku yang selama ini selalu membuatmu marah

Dan setelah perenungan dalam perjalanan melintasi 5 negara di kawasan Indochina

Aku mulai menyadari

Ada banyak hal yang harus aku perbaiki

Ada banyak hal yang harus aku benahi

Salah satunya: Materi

Aku benci sekali membahasnya

Tetapi bukankah kehidupan percintaan di jaman sekarang bertumpu pada materi semata?

Materi menjadi tolok ukur

Wajar saja

Karena segalanya memang butuh materi
 
Sayangnya, (kalau tidak ingin dibilang: sialnya) aku bukanlah manusia yang memuja materi

Aku menyukai dan terbiasa dengan kesederhanaan hidup

Aku tidak suka (apalagi) memaksakan diri terlihat mewah

Bagiku duduk bersama di tepi pantai menghayati semilir nyiur melambai

Lalu, sambil bertaut jemari menyisir tepiannya

Menikmati hangat pasir dan debur ombak yang sesekali menyapu kaki-kaki kita

Diiringi alunan saxophone Dave Koz yang dipadu suara indah Vanessa Williams dalam The Way We Were

Menjadi bagian kisah tak terlupakan

Hingga kini dan mungkin seterusnya, rasa sayangku belum hilang

Adakalanya aku masih saja mengkhawatirkan kesehatanmu, makanmu, keua... ah! Sudahlah!

Aku berharap dia bisa menjagamu jauh lebih baik dari apa yang pernah kulakukan

Amin

Singapore Changi International Airport, 12 Januari 2012




Kamis, 02 Februari 2012

Moc Bai - Bavet


Run by Collective Soul

Pagi itu tanggal 05 Januari 2012

Angin lumayan sejuk membuai

Setelah menyelesaikan urusan ke-imigrasi-an keluar dari Vietnam di Moc Bai

Aku berjalan sambil menyedekapkan tangan

Menjaga raga agar tak menggigil

Pun sinar mentari yang telah memudarkan mendung menggantung tak jua menghangatkan

Beberapa ratus meter kemudian aku sudah berada di pintu gerbang Cambodia

Bavet

Telah kuselipkan 25 Dollar di paspor untuk keperluan Visa On Arrival masuk Kerajaan tersebut

Gelisah menunggu kepastian di dalam counter imigrasi 

Khawatir jika uangnya kurang

Sementara turis-turis lain dari Amerika Selatan tampak riuh dengan bahasa latin yang tak kumengerti

“Indonesia!, Indonesia!”

Salah seorang petugas masuk sambil membawa segepok paspor

Aku mengacungkan tangan menjawab panggilannya

Dia mengangsurkan pasporku sambil mengatakan: “Indonesian no need visa, keep your money

Sejenak aku tertegun

Menatap 25 Dollar yang dikembalikannya

Ada jeda satu tarikan nafas

Hurry up! Keep your money!” Tegasnya lagi sambil menunjuk kantong celanaku

Mungkin dikiranya aku tidak paham bahasa inggris

Aku pun bergegas masuk

Pasporku dicap

Sidikjariku dipindai

Dan,

Yeah! Aku resmi menjadi tamu (baca: gembel) sampai tiga puluh hari ke depan

Meski begitu aku tidak akan selama itu

Selanjutnya,

Masih menggunakan bis yang sama dari Vietnam semalam 

Aku meneruskan perjalanan menuju Siem Reap

Niatku ingin melihat Angkor Wat dari dekat

Menapak tilasi jejak Angelina Jolie

Mencecap wanginya yang tertinggal

Keelokannya bagai pelangi di kanvas mega selepas hujan

Lekuk tubuhnya, ranum bibirnya, binar matanya, lagak lakunya, jenjang kakinya

Sexy!

Semua kata yang dicipta/dirangkai/diurai para pujangga tidak akan cukup untuk merepresentasikannya

Satu-satunya hal yang masih dapat kuingat secara waras adalah: 

‘Sudah tiga hari sejak kedatangan di Vietnam aku belum mandi sama sekali’

Jangan tanya kenapa!


Moc Bai - Bavet (05 Januari 2012)